Senin, 09 Juni 2008

Aku Butuh Dukungan

Di kehidupan ada berbagai pilihan. semua pilihan hanya terbagi menjadi dua saja pilihan yang baik dan pilihan yang buruk. Setiap hati nurani sesorang pasti akan memutuskan untuk memilih pilihan yang baik atau perbuatan yang baik, dan meninggalkan yang buruk. Begitu pula aku menginginkan perbuatan yang baik pada diriku ini.
Masih teringat ketika aku membuat sebuah karya yang sangat fenomenal buat saya pada waktu itu bersama mas pur dan seorang teman. kala itu aku membuat sebuah radio FM plus tape recorder. Kami berupaya membeli komponen-komponen dan modulnya kemudian kami rangkai dari tuner, amplifier sampai salon kami buat sendiri. akhirnya dengan kerja keras dan beberapa hari aku lembur jadi juga radio dan tapeku.
Jika musim panen singkong banyak orang berkumpul di halaman rumah yang telah panen. mereka gotong royong saling bahu-membahu menguliti singkong untuk dijadikan gaplek, bahan dasar sebelum jadi tepung singkong dan nasi tiwul. Di sanalah aku pamerkan karyaku yang fenomenal berupa tape recorder. Ditambah sebuah kaset campursari pinjaman dari tetangga, kuaktifkan semua komponen secara maksimal. Aku sangat bangga karena hasil karyaku berguna untuk menghibur tetangga yang sedang gotong royong ditempatku.
Berbeda dengan mbakyuku dia menganggap bahwa radio buatanku suaranya cempreng dan tidak enak didengar. Dia tanya berapa rupiah kuhabiskan hanya membuat radio cempreng tak berguna ini. Akhirnya dia hanya memberi kesimpulan lebih baik membeli radio yang telah jadi dari pada membuat radio sendiri. Aku tetap berusaha memamerkan karyaku tapi apalah dayaku setelah Mbakyu meminjam radio yang lebih bagus dari tetangga. Dan dia memensiunkan radioku.
Aku yang tadinya semangat kerja membantu gaplek dan belajar elektronika menjadi merasa tak berguna. Malam harinya aku pergi ke rumah teman hanya untuk mendengarkan radio buatannya yang tak pernah di kritik dan diejek oleh orang tuanya. akhirnya sedikit demi sedikit radionya menjadi canggih dan lebih canggih lagi.
Mbakyu harusnya mendukungku untuk membeli buku, membeli komponen yang kurang agar radioku lebih bagus. hargailah radio hasil kaya anak SD. karena harganya sangat mahal, harga sebuah kreativitas.
Ketika aku membeli sebuah gitar bekas. Aku berharap bisa membuat diriku penuh irama dengan memetik gitarnya. dengan rajin habis tidur aku belajar, habis sekolah kupetik gitar untuk menghafalkan accord lagu-lagu kenangan. Sampai akhirnya bapak menghantamkan gitarku di kusen cendela. kini gitarku tinggal abu dibakar oleh ibu. padahal gitar itu mengajariku dan hasil beasiswaku dan hasil petualangan pertamaku ke kota solo. bapak harusnya mendukungku untuk belajar bukan membanting gitarku.
Waktu kelas 2 Sma kuutarakan keinginanku kuliah kepada bapak. karena buguru menceritakan kisah yang sangat mengharujkan jiwaku. yaitu seorang yang diwisuda membawa becak kesayangannya. dengan becak inilah dia mampu membiayai hidupnya, kuliahnya dikota yang asing baginya. Tetapi tanggapan bapak lain beliau hanya menginginkan aku sekolah setara dengan kakak-kakaknya yaitu SMA. beliau menjaga keluarga dari keirihatian.
Ketika aku memeutuskan kuliah sambil kerja. apakah jelk kuliah sambil kerja. bukankah kerja dan kuliah sama-sama mulia. bukankah kalau mulia + kerjaan mulia akan menjadi super mulia. terasa sekali dihati dan tak kan terlupa. mengapa yang kuhadapi sekarang semua keluarga tak mendukung. jika mereka mendukung harusnya mereka membantu bukan memintaku untuk berhenti bekerja.
bagi keluargaku
aku butuh dukungan
bukan hambatan
yang penting aku mengisi waktuku dengan kegiatan positif
pasti berguna kelak dikemudian hari

Rabu, 12 Desember 2007

A ha

 Pertanyaan selalu muncul dalam benakku. Aku menemukan jawabannya entah kapan, kadang hanya terpendam dan kadang hilang.  Ketika muncul jawaban itulah proses kreatif saya muncul dengan tiba-tiba ditandai dengan sebuah kata A..ha....

1
Saya temukan di tengah kesibukan untuk memandu diskusi dengan teman dikantor

Ceritanya begini. Ada sebuah gambar slide show powerpoint. Gambar tersebut terdiri dari 3 orang yang sedang bermain bola dan beberapa garis cakrawala. Ketiga orang diantara garis cakrawala terlihat tingginya berbeda-beda, karena dibiaskan garis cakrawala. Ketika di klik enter hilanglah garis cakrawalanya dan muncul dua garis lurus sebagai bukti ketiga gambar tersebut tingginya sama. Gambar itu kudapatkan pada saat pelatihan, dan semua orang sekantor saya yakin sudah melihatnya dan membuktikan tingginya sama.
"A...ha" tingginya beda. Itulah kata yang muncul sebagai kunci kreatifitas. Logikanya begini kalau semua orang sudah melihat pasti semua punya pemikiran yang sama terhadap gambar tersebut. Oleh karena itu untuk pertemuan dengan orang yang sudah melihat haruss sedikit di modifikasi. Caranya mudah. Tinggi badan ketiga orang tersebut harus dibuat berbeda. Sekarang saya tanyakan manakah yang paling tinggi? Pikir saya semua akan menjawab sama tingginya. setelah di enter ternyata berbeda.

Kalo teori kreatifitas inilah yang disebut dengan Modifikasi. Saatnya memodifikasi pelatihan untuk guru Matematika..... ayooo... kemonnnnn.